Tanah Air
Kapolri Tegaskan TNI-Polri Tetap Solid Usai Penyerangan Polres Tarakan
CNN INDONESIA
| 7 jam yang lalu
9 0 0
0
Jakarta, CNN Indonesia --
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan TNI dan Polri tetap solid pasca aksi penyerangan di Polres Tarakan, Kalimantan Utara.
"Saya kira Pangdam dan Kapolda sudah mengambil langkah-langkah yang diperlukan. TNI dan Polri tetap solid serta terus bekerja sama dalam menjaga dan mengawal negeri ini," kata Sigit di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Selasa (25/2) malam.
Sigit juga menyebut aksi penyerangan itu tidak akan mengganggu hubungan baik antara TNI dan Polri sebagai aparat penegak hukum yang telah terbangun selama ini.
"Tidak ada. Karena sudah ada langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Pangdam dan Kapolda," ucap dia.
Lebih lanjut, Sigit turut mengimbau kepada seluruh pihak untuk terus menjaga solidaritas dan sinergitas antara TNI dan Polri. Ia pun meminta agar kerja sama yang telah terjalin harus diperkuat di berbagai sektor.
"Kita selama ini sudah menjalankan berbagai program bersama, termasuk mengawal kebijakan pemerintah, menjaga ketahanan pangan, serta melaksanakan tugas di lapangan. Ke depan, sinergitas dan solidaritas ini harus terus ditingkatkan," tutur dia.
"Saya kira masing-masing komandan sudah memahami hal ini. Kami juga sepakat dengan Panglima TNI untuk terus menjaga serta meningkatkan sinergitas yang sudah ada," imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah anggota TNI menyerang Mapolres Tarakan, Kalimantan Utara pada Senin (24/2) sekitar pukul 23.30 WITA.
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen Rudy Rachmat Nugraha menjelaskan insiden berawal dari peristiwa pada Sabtu (22/2), saat terjadi pengeroyokan terhadap seorang anggota Yonif 614/RJP oleh sekitar lima orang personel Polres Tarakan.
"Dari hasil mediasi awal antara pihak anggota Polres Tarakan dan anggota Yonif 614/RJP menyepakati bahwa anggota Polres Tarakan yang terlibat akan memberikan biaya pengobatan sebesar Rp10 juta kepada korban, namun janji tersebut tidak kunjung direalisasikan," kata Rudy dalam keterangan tertulis, Rabu.
Kemudian pada Senin (24/2) pukul 23.30 WITA, sekitar 20 anggota Yonif 614/RJP mendatangi Mapolres Tarakan untuk mencari lima anggota Polres yang diduga terlibat pengeroyokan.
"Dalam aksi spontanitas tersebut, terjadi pelemparan batu yang mengakibatkan kerusakan pada kaca dan pintu Pos Jaga serta beberapa kaca Mapolres Tarakan," ucap Rudy.
(gil/dis)
komentar
Jadi yg pertama suka