Ekonomi & Bisnis
Bahlil Dorong Danantara Danai Bangun Kilang Minyak dan Penyimpanan BBM
CNN EKONOMI
| 9 jam yang lalu
2 0 0
0
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pendanaan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada tahap pertama untuk pembangunan kilang minyak dan tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM).
Bahlil menyebut langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan cadangan minyak Indonesia dari 21 hari menjadi 30 hari guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.
"Kita kan punya Perpres tentang ketahanan energi, di mana kita hari ini untuk minyak hanya bisa kapasitas 21 hari. Kita tambah 30 hari. Nah, yang kedua, impor kita ini terhadap minyak banyak sekali, maka kita mendorong untuk membangun refinery," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (26/2), melansir detikfinance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya apa? Agar kita mempunyai cadangan dan minyaknya langsung dari kita," imbuhnya.
Menurut Bahlil, pembangunan kilang minyak dan tempat penyimpanan BBM memerlukan investasi besar, sehingga membutuhkan dukungan pendanaan yang signifikan.
"Dan ini butuh investasi besar. Makanya dalam hilirisasi salah satu proyek yang kita akan dorong untuk kita melaporkan kepada Pak Presiden (Prabowo Subianto) adalah storage untuk BBM dan refinery," katanya.
Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan Danantara akan mengelola dana sebesar US$900 miliar atau setara Rp14.715 triliun, menjadikannya salah satu sovereign wealth fund (SWF) terbesar di dunia.
"Hari ini seluruh rakyat Indonesia patut berbangga karena dengan total aset lebih dari US$900 miliar, Danantara Indonesia akan menjadi salah satu dana kekayaan negara terbesar di dunia," kata Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/2).
Pada tahap pertama, Danantara akan mengalokasikan dana investasi sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp327 triliun untuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN).
Investasi ini akan difokuskan pada sektor hilirisasi nikel, bauksit, tembaga, pembangunan pusat data, kecerdasan buatan, serta ketahanan pangan.
Prabowo menekankan bahwa sektor-sektor tersebut akan menjadi penentu masa depan Indonesia dalam hal ketahanan energi dan kemandirian bangsa.
(pta/del)
komentar
Jadi yg pertama suka