Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Jaga Kinerja, BRI Fokus pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang
CNN EKONOMI   | Februari 28, 2025
21   0    0    0
Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berfokus terhadap pengelolaan risiko jangka panjang, antara lain melalui penyediaan cadangan yang cukup guna menjaga kesolidan kinerja dengan fundamental yang baik yang telah berjalan hingga kini.
Tak terburu-buru mengejar keuntungan meski di tengah dinamika pasar saat ini, BRI tetap mampu membukukan kinerja positif di sepanjang 2024, menegaskan resiliensi perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian.
Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan, bahwa kinerja positif tersebut merupakan hasil dari tata kelola bisnis dan manajemen risiko yang baik, serta strategi kehati-hatian dalam menghadapi berbagai potensi risiko. Hal itu disampaikan dalam acara Kompas 100 Outlook: Investasi Berkelanjutan di dalam Ekosistem Bisnis Global, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam situasi yang tidak mudah, tetap kita masih membukukan laba Rp60,64 triliun. Dan laba tersebut tidak perlu kita tahan sebagai modal, karena modal kita sudah sangat kuat," kata Sunarso, Senin (17/2).
Salah satu indikator utama fundamental tersebut diperlihatkan oleh pertumbuhan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) BRI hingga akhir Desember 2024 yang mencapai 9,6 persen year-on-year (YoY). Kenaikan sebesar 9,6 persen itu menunjukkan bahwa BRI tetap bertumbuh secara organik di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
"Pre-Provision and Operating Profit itu sesungguhnya real pertumbuhan," imbuh Sunarso.
Sunarso menuturkan, BRI sengaja menjaga laba tetap stabil sebagai langkah kehati-hatian dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Kehati-hatian ini terlihat dari NPL coverage ratio yang mencapai 215,05 persen per Desember 2024.
Dengan cadangan sebesar itu, apabila terjadi peningkatan jumlah pinjaman bermasalah, Sunarso optimis bahwa perusahaan masih memiliki dana yang cukup untuk mengantisipasi potensi kerugian, termasuk melalui penghapusbukuan (write-off) kredit macet.
"BRI memandang bahwa ke depan masih ada ketidakpastian, maka kita sudah cadangkan. Artinya apa? Menyediakan ketenangan, menyediakan cadangan bantalan. Kalau terjadi apa-apa, kita aman karena cadangannya kita sediakan," katanya.
Di sisi lain, strategi menjaga kesolidan manajemen risiko itu turut diimbangi komitmen BRI dalam memberikan keuntungan optimal bagi pemegang saham. Pada pembagian dividen interim Tahun Buku 2024, BRI membagikan total dividen Rp20,34 triliun, dengan Rp10,88 triliun disetorkan kepada negara sebagai pemegang saham mayoritas.
Kontribusi ini pun turut mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui peningkatan penerimaan negara untuk berbagai program strategis negara.
(rir/rea)
komentar
Jadi yg pertama suka