Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Tembus US$ 3.100 per Troy Ons, Harga Emas Dunia Kembali Cetak Rekor Tertinggi
TEMPO BISNIS   | Maret 31, 2025
2   0    0    0
TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi. Hingga Senin, 31 Maret 2025, harga emas melonjak melewati US$ 3.100 per troy ons.
Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada Senin, 31 Maret 2025 pukul 13.00 bahkan mencapai titik tertinggi, yakni US$ 3.124 per troy ons. Sejumlah ekonom menilai kenaikan emas didorong permintaan aset safe haven khususnya emas yang kuat di tengah kekhawatiran perang dagang global.
Perang dagang dipicu oleh pengetatan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ekonom sekaligus analis pasar modal, Ferry Latuhihin, mengatakan emas merupakan salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih saat ini.
Ferry berpendapat makin dipilihnya emas karena sentimen global yang terjadi, yakni pergolakan ekonomi dan perang dagang di Amerika. Sehingga orang beralih ke aset safe heaven. “Orang malas memegang dolar, lari lah mereka ke emas. Maka harga emas sekarang di atas US$ 3 ribu,” ucapnya kepada Tempo dikutip Sabtu, 29 Maret 2025.
Emas, menurut dia, lebih lebih tahan lama. Menurut Ferry, emas akan makin di buru karena kepemimpinan Trump dan sederet kebijakan tarif yang diterapkan presiden dari Partai Republikan itu. “Karena Trump lima tahun akan bikin kekacauan. Jadi selama 5 tahun ini, orang akan pilih emas.” ucapnya.
Hal senada diungkap analis pasar modal Ibrahim Assuabi. Emas pada perdagangan kemarin menyentuh level US$ 3.077 per ons. Ia berpendapat harga masih akan terus melonjak. “Ada indikasi harga emas dunia masih akan terus mengalami kenaikan. Karena Trump akan mengenakan tarif pada semua importir dari negara-negara yang membeli minyak atau gas dari Venezuela yang berlaku mulai 2 April,” ucapnya.
Rencana ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan rantai pasok minyak. Selain perang tarif, Timur Tengah juga masih bergejolak. Masalah geopolitik Timur Tengah juga membuat pasar makin resah. Karena itu, harga emas diprediksi masih akan meningkat.
komentar
Jadi yg pertama suka