Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Dampak Efisiensi Anggaran, PHRI: 2 Hotel di Bogor Tutup, 150 Orang Kena PHK
TEMPO BISNIS   | Kemarin, 09:48
7   0    0    0
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan 150 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas tutupnya 2 hotel di Bogor, Jawa Barat. Hariyadi menyebut hotel tersebut merupakan dua di antara sekian banyak hotel yang terdampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. 
“Karena ternyata di segmen pemerintah itu sampai 40 persen okupansinya,” kata Hari saat ditemui di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa, 1 April 2025.
Selain itu, lesunya perekonomian di kalangan masyarakat menengah juga menjadi salah satu alasan yang mengguncang industri perhotelan. Di lebaran ini saja, kata Hari, tingkat keterisian atau okupansi hotel turun hingga 20 persen dibanding tahun lalu.
Bahkan, cuti bersama yang lebih panjang pun tidak memberikan dampak signifikan. “Daya beli yang bermasalah ini membuat reservasi perhotelan tahun ini bergerak lambat,” kata dia. Ia mengungkap banyak masyarakat yang memangkas waktu berliburnya dari 7 hari menjadi 4 hari saja.
Ia memprediksi banyak lagi hotel yang tutup jika pemerintah tidak segera memberikan stimulus ekonomi. Dia berpendapat pemerintah harus segera melepaskan spending atau simpanan anggaran yang sebelumnya dipangkas. Menurut dia hal tersebut dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mencegah adanya gelombang PHK yang lebih besar.
“Itu (pelepasan spending) untuk bergulirnya ekonomi. Karena bukan hanya akomodasi, di kuartal pertama ini boleh dibilang pemerintah tidak mengeksekusi (anggaran) belanjanya,” ucap dia. 
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian dan Lembaga untuk memangkas anggaran perjalanan dinas (Perdin) hingga 50 persen. Sejak surat edaran penghematan anggaran perjalanan dinas  atau perdin dikeluarkan oleh Menteri Keuangan pada 7 November 2024, PHRI mencatat mayoritas kinerja perhotelan merosot di awal tahun ini. 
Berdasarkan survei yang diikuti oleh 726 pelaku industri perhotelan di 30 provinsi, 83 persen responden melaporkan kinerja hotel tak membaik hingga Januari 2025. "Ini menunjukkan memang bahwa pengurangan anggaran perjalanan dinas pemerintah dan melemahnya aktivitas MICE telah mengganggu dinamika pasar secara keseluruhan," ujar Christy Megawati Ketua Bidang Litbang dan IT PHRI dalam konferensi pers di Hotel Grand Sahid, Jakarta, pada Sabtu, 22 Maret 2025.
MICE merupakan bisnis di bidang pariwisata yang mencakup kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition yang disingkat menjadi MICE. Merujuk hasil survei yang diikuti oleh 717 hotel dengan total kapasitas 127.684 kamar, sebanyak 85 persen pelaku industri menilai kinerja hotel mereka pada Januari 2025 jauh lebih buruk dibandingkan pada Januari 2024.
Menurut Christy pelaku industri hotel awalnya optimistis kinerja  mereka akan membaik, tapi dari Februari hingga Maret 2025 tren pasar cenderung pesimistis. Ia menyebut sebanyak 30 persen responden mengalami kerugian pendapatan lebih dari 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dian Rahma Fika berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
komentar
Jadi yg pertama suka