Ekonomi & Bisnis
Rupiah Tergelincir ke Rp16.718 per Dolar AS Gara-gara Tarif Trump
CNN EKONOMI
| Kemarin, 15:58
9 0 0
0
Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah tertekan ke Rp16.718 per dolar AS pada Rabu (2/4). Mata uang Garuda lesu 20 poin atau minus 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp16.566 per dolar AS pada perdagangan terakhir sebelum libur lebaran, Kamis (27/3).
Pelemahan terhadap dolar AS juga terjadi pada sebagian besar mata uang Asia. Ringgit Malaysia keok 0,4 persen, Baht Thailand melemah 0,02 persen, yen Jepang minus 0,15 persen, dan lira Turki negatif 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, peso Filipina mampu menguat 0,01 persen, dolar Singapura naik 0,03 persen, dan won Korea menguat 0,33 persen.
Adapun kurs mata uang negara barat bervariasi. Euro tercatat melemah 0,1 persen dan poundsterling Inggris minus 0,05 persen. Namun, dolar Australia menguat 0,4 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai tekanan dolar AS terhadap rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya terjadi lantaran sentimen risk off oleh kekhawatiran seputar perkembangan putaran baru tarif Presiden AS Donald Trump yang diperkirakan dimulai Rabu ini.
"Sebagai akibatnya negara-negara lain mulai mengancam retaliasi yang akan semakin memperburuk perang dagang," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Selain itu, langkah-langkah Trump akhir-akhir ini yang semakin menegaskan akan menguasai Greenland dan kembali mencalonkan menjadi presiden AS yang ke-3 kalinya juga semakin menambah kontroversi dan kekhawatiran pasar.
"Dari dalam negeri sentimen masih belum baik seputar kekuatiran fiskal pemerintah," terangnya.
Lebih lanjut, Lukman juga melihat potensi nilai tukar rupiah terus tertekan hingga ke level Rp17 ribu. Namun, ia meyakini Bank Indonesia (BI) akan melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda.
(sfr)
komentar
Jadi yg pertama suka