Ekonomi & Bisnis
Harga Minyak Anjlok Usai Trump Deklarasi Perang Dagang
CNN EKONOMI
| Kemarin, 15:15
5 0 0
0
Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak anjlok usai pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4).
Penurunan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa perang dagang global bisa mengurangi permintaan minyak mentah. Harga minyak mentah berjangka AS sempat naik satu dolar, kemudian berubah negatif selama konferensi pers Trump.
Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup 46 sen lebih tinggi atau 0,6 persen pada US$74,95 per barel. Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 51 sen atau 0,7 persen jadi US$71,71.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan tarif baru ini sudah digembar-gemborkan selama berminggu-minggu. Trump menyebut 2 April sebagai "Hari Pembebasan" yang membawa perubahan dan mengguncang sistem perdagangan global.
"Hari Pembebasan" menurut Trump justru bisa jadi 'hari sial' buat negara-negara yang mengandalkan AS sebagai pasar produk ekspornya.
Kebijakan Trump bisa memicu inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan sengketa perdagangan yang mungkin telah membatasi kenaikan harga minyak.
"Harga minyak mentah telah menghentikan reli bulan lalu, dengan Brent menemukan beberapa resistensi di atas US$75, dengan fokus untuk saat ini beralih dari pengurangan pasokan yang disebabkan sanksi ke pengumuman tarif Trump dan potensi dampak negatifnya pada pertumbuhan dan permintaan," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, seperti dilaporkan CNA.
Sementara itu, Trump mengancam akan mengenakan tarif sekunder terhadap minyak Rusia, negara pengekspor minyak terbesar kedua di dunia.
Pada Rabu, Rusia memberlakukan pembatasan pada rute ekspor minyak utama lainnya, menangguhkan tambatan di pelabuhan Laut Hitam Novorossiisk sehari setelah membatasi pemuatan dari jaringan pipa utama Kaspia.
(els/isn)
komentar
Jadi yg pertama suka