Ekonomi & Bisnis
Walhi Kritik Gaya Komunikasi Wakil Kepala BP Batam ke Warga Rempang
TEMPO BISNIS
| 22 jam yang lalu
6 0 0
0
TEMPO.CO, Batam - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau merespons pernyataan Wakil Kepala BP Batam yang juga Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra yang meminta warga Rempang untuk tidak membawa spanduk protes ketika dikunjungi Menteri atau Pejabat Daerah lainnya. Bahkan Li Claudia mengancam tidak akan memasukkan program pemerintah ke Rempang jika warga tetap memasang spanduk protes tersebut ketika dikunjungi pejabat.
"Sebenarnya anak Buk Li mau ikut (ke Rempang), tetapi mak-mak yang pasang spanduk begini, 'kami tak mau relokasi', 'kami tak mau transmigrasi', anak Buk Li ketakutan, tak berani masuk. Jadi bapak ibu, saya minta tolong, tidak semua kepala daerah atau kementerian yang mau masuk Rempang mau gusur bapak ibu, kami datang mau silaturahmi. Kami mau ucapkan terima kasih karena sudah memilih Pak Amsakar dan Buk Li," kata Li saat mendampingi Kementerian Transmigrasi Iftitah Sulaiman berdialog dengan warga Rempang, di Kampung Pasir Merah, Sembulang Kota Batam, Sabtu 29 Maret 2024.
Lebih jauh, Li Claudia meminta warga di masa mendatang tak lagi membawa spanduk penolakan ketika ia datang bersama Kepala BP Batam Amsakar Achmad. "Tak usah teriak-teriak, malu, besok kalau Buk Li datang lagi sama Pak Am, dan Pak Menteri, jangan bawa ini ya," ujarnya menunjuk spanduk yang dibawa warga Rempang bertuliskan penolakan PSN. Pernyataan itu disambut protes warga.
"Ya sudah kalau bawa, Buk Li nggak kesini, nanti program Buk Li tidak sampai sini, biarin aja, nggak apa-apa, ya. Kalau itu Pak Wali, kita tidak perlu kesini, seragam sekolah SD dan SMP, intensif lansia, tidak usah juga (masuk ke Rempang)," katanya lagi.
Sontak pernyataan itu semakin membuat warga Rempang yang menolak PSN Rempang Eco City meradang. "Dapatkan identitas (kampung) kami dulu, baru kami tidak bawa spanduk," kata Miswadi salah seorang warga Sembulang Hulu yang menolak PSN Rempang.
Menurut Direktur Walhi Riau Boy Even Sembiring, pernyataan Li Claudia Chandra tersebut adalah bentuk intimidasi. "Dia seharusnya mengajarkan anaknya dari dini, apa itu makna demokrasi dan kebebasan menyatakan pendapat," kata Boy merespons pernyataan Li yang menyebutkan anaknya takut masuk Rempang karena di protes warga menggunakan spanduk.
Begitu juga ancaman pemutusan bantuan kepada warga Rempang yang membawa spanduk, menurut Boy, adalah bentuk intimidasi dari negara. "Padahal yang dinyatakan Wakil Walikota itu bukanlah bantuan, hal tersebut adalah kewajiban negara untuk memberikan pelayanan pendidikan," kata Boy yang juga tergabung dalam Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang, Rabu 2 April 2025.
Boy mengatakan, saat ini masyarakat masih traumatis akibat rentetan peristiwa intimidatif dan represif dari Juli 2023 sampai saat ini. "Cara komunikasi Li Claudia persis seperti Prabowo Subianto, intimidatif dan sembrono," kata Boy.
Pernyataan Li Claudia tersebut sempat ditanggapi oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad. Ia mengatakan, pernyataan Li Cluadia hanya bercandaan belaka dan tidak perlu ditanggapi serius. "Saya kira itu tidak usah dimaknai berlebihan, dia bercanda aja itu, jangan dimasukkan ke hati. Wajar masyarakat menyampaikan aspirasi," kata Amsakar. Ia juga menegaskan, beberapa kali Li Claudia memang sering bercanda tetapi nanti program pembangunan tetap dilaksanakan.
komentar
Jadi yg pertama suka