Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Inflasi Tahunan Februari 2026 Capai 4,76 Persen
TEMPO BISNIS   | Maret 2, 2026
5   0    0    0
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Februari 2026 mencapai 4,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,50. Angka inflasi tersebut melonjak dibanding Januari 2026 yang tercatat sebesar 3,55 persen year on year dengan IHK sebesar 109,75.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan inflasi yang tinggi pada awal tahun ini disebabkan oleh adanya low-base effect yang dipicu diskon tarif listrik tahun lalu. “Kita ketahui bersama bahwa pada bulan Januari-Februari 2025 pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik yang menekan IHK Januari dan Februari 2025,” kata dia dalam jumpa pers di kantor BPS, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Ateng, kebijakan diskon tarif listrik tersebut menyebabkan tekanan inflasi, bahkan deflasi, pada Januari dan Februari 2025. Sehingga, level harga pada Januari dan Februari 2025 berada di bawah tren normal. Ateng menyebutkan kondisi tersebut membuat basis pembanding untuk penghitungan inflasi pada Februari 2026 relatif rendah.
“Akibatnya, menghasilkan tingkat inflasi yang tampaknya ini lebih tinggi,” ucap Ateng. Meski demikian, dia mengatakan dinamika harga berjalan saat ini sejalan dengan tren fundamental. Sehingga, IHK diproyeksikan kembali normal pada April 2026.
Ateng menjelaskan, dampak low-base effect terlihat dari tingginya angka inflasi tahunan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada Februari 2026 yang mencapai 16,19 persen. Kelompok tersebut memiliki andil inflasi sebesar 2,26 persen.
Kemudian, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami inflasi tahunan 3,51 persen atau memberikan andil inflasi sebesar 1,05 persen. Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan tercatat mengalami deflasi 0,09 persen atau memberikan andil inflasi hampir 0 persen. 
Adapun inflasi bulanan pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,68 persen. Sedangkan secara tahun kalendar, inflasi tercatat sebesar 0,53 persen. ”Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,54 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,45 persen,” ujar Ateng.
komentar
Jadi yg pertama suka