Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Laporan Terkini S&P, Ekspansi Manufaktur Indonesia Meningkat
TEMPO BISNIS   | Maret 2, 2026
5   0    0    0
LEMBAGA pemeringkat dunia, Standard & Poor's Global Ratings (S&P), melaporkan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Februari masih berada di zona ekspansi. Skor manufaktur Indonesia Februari 2026 berada di level 53,8.
PMI manufaktur lebih baik dibanding Januari. “Headline PMI Manufaktur Indonesia dari S&P Global naik dari 52,6 pada bulan Januari menjadi 53,8 pada bulan Februari, menunjukkan perbaikan lebih kuat pada kesehatan sektor produksi barang,” demikian dipaparkan dalam siaran pers S&P Global, Senin, 2 Maret 2026,
Ambang batas ekspansi PMI manufaktur adalah 50, di bawah itu tergolong level kontraksi. Faktor utama peningkatan pada bulan Februari adalah percepatan pertumbuhan permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia. S&P mencatat skor ini menunjukkan perluasan pada kondisi pengoperasian manufaktur yang merupakan ekspansi terbesar sejak bulan Maret 2024.
Permintaan baru naik selama tujuh bulan berturut-turut, dengan pertumbuhan di posisi paling kuat sejak November. Angka positif pada penjualan mendorong perusahaan menaikkan ketenagakerjaan enam kali dalam tujuh bulan pada tingkat tertinggi sejak November lalu. Kenaikan karyawan ini dianggap mambantu manufaktur Indonesia meningkatkan produksi pada Februari.
Selain itu, dilaporkan terjadi kenaikan pembelian input produksi selama tujuh bulan berturut-turut, laporan ini merupakan yang paling tajam dalam waktu kurang dari dua tahun. Pada saat yang sama, inventaris meningkat karena beberapa perusahaan menambah stok input untuk menanggapi kenaikan permintaan dan kebutuhan produksi. 
Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti mengatakan perbaikan menguat pada pertengahan triwulan pertama, dan memberikan prospek positif pada bulan-bulan mendatang. Meski demikian tekanan harga masih tetap tinggi. Produsen mencatat kenaikan beban biaya rata-rata di tengah laporan kenaikan harga bahan baku. 
komentar
Jadi yg pertama suka