Ekonomi & Bisnis
Pemerintah Amankan Suplai Energi di Luar Timur Tengah
TEMPO BISNIS
| Maret 5, 2026
26 0 0
0
MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah telah mengamankan pasokan energi dari luar Timur Tengah. Langkah ini sebagai antisipasi menghadapi ketidakpastian setelah meletusnya perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran.
Airlangga menyatakan alternatif suplai energi di luar Timur Tengah berasal dari Amerika Serikat melalui perjanjian dagang resiprokal alias Agreement on Reciprocal Trade (ART), serta aset Pertamina di Venezuela.
“Jadi dari segi alternatif itu dalam tanda petik sudah lock in. Ini yang kami juga harus antisipasi ke depan,” ucapnya saat menjadi pembicara dalam Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Pertamina merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 71,09 persen pada Maurel & Prom (M&P), salah satu aset perusahaan minyak dan gas (migas) ini berada di Venezuela.
Sedangkan suplai migas dari AS tertuang dalam komitmen perjanjian dagang. Dalam dokumen ART ada kesepakatan untuk melakukan impor gas dan minyak mentah, nilainya US$ 15 miliar dolar per tahun. Impor tersebut mencakup pembelian LPG senilai US$ 3,5 miliar. Selain itu Indonesia membeli minyak mentah, senilai US$ 4,5 miliar dan bensin hasil olahan, senilai US$ 7 miliar.
Airlangga juga menyatakan saat ini kondisi geopolitik global sulit diprediksi. Perang juga membuat seluruh investasi akan menahan dan melihat kembali (wait and see). Selain itu, konflik juga menyebabkan rantai pasok terganggu. Sehingga harga minyak meningkat. Meski demikian Ia memastikan masih terlalu dini untuk memutuskan kenaikan harga BBM subsidi saat ini.
komentar
Jadi yg pertama suka

