Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Akulaku Salurkan Pembiayaan Rp 7,4 Triliun Sepanjang 2025
TEMPO BISNIS   | 11 jam yang lalu
6   0    0    0
PRESIDEN Direktur PT Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor mengatakan total penyaluran pembiayaan selama periode 2025 mencapai Rp 7,44 triliun (unaudited). Jumlah tersebut naik 23 persen dibandingkan pencapaian pada 2024 (year-on-year).
“Pertumbuhan ini juga menyeimbangi dari penerapan manajemen risiko yang cukup konservatif. Pertumbuhan kami tahun lalu itu mencapai Rp 7,4 triliun. Jadi (meningkat) dibandingkan tahun sebelumnya di tahun 2024 (yang) mencapai Rp 6 triliun,” kata Perry, dikutip dari Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan pertumbuhan tersebut didukung oleh tingginya volume transaksi yang mencapai 46,5 juta kali, utamanya melalui pembiayaan produk Buy Now Pay Later (BNPL/paylater). Kontribusi produk tersebut mendominasi pendanaan yang disalurkan perusahaan sebesar 89 persen dari total keseluruhan portofolio pembiayaan.
“Dan pertumbuhan ini not just on the top line (tidak hanya fokus pada pendapatan), tapi kami dapat nge-manage (mengelola) di middle line (laba kotor), sehingga bottom line (laba bersih) kami secara profitability itu juga tumbuh dengan sangat baik," tutur Perry.
Ia mengungkapkan capaian laba atau profitabilitas perusahaan melonjak 66 persen (year-on-year), dari Rp 65 miliar pada 2024 menjadi Rp 108 miliar pada 2025. Selain laba, ia menyatakan nilai piutang pembiayaan yang dikelola atau managed loan receivables juga tercatat meningkat hingga mencapai Rp 2,5 triliun.
Meski penyaluran pembiayaan dan transaksi naik signifikan, Perry mengatakan indikator rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing) mampu ditekan dan dijaga pada level yang sehat, yaitu sebesar 1,1 persen.
Ia menuturkan perseroan juga mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang cukup stabil serta masih tergolong rendah, yakni di level 2 kali. "Jadi di tahun 2025 basically (pada dasarnya) tahun di mana kami dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan dengan praktik manajemen risiko yang konservatif," tuturnya.
komentar
Jadi yg pertama suka