Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Pemerintah Janjikan Jalur Mudik Lampung Bebas Lubang
TEMPO BISNIS   | Maret 17, 2026
18   0    0    0
MENTERI Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan pemerintah akan memastikan jaringan jalan nasional, termasuk di Lampung, berstatus mantap untuk perjalanan mudik Lebaran.
"Dengan dukungan jalan nasional yang mantap serta koordinasi lintas sektor, kami berharap mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran dapat berlangsung lancar,” kata dia dalam keterangan tertulis, Ahad, 15 Maret 2026.
Dody menyatakan, Lampung memiliki peran strategis dalam konektivitas nasional, karena menjadi gerbang utama mobilitas masyarakat dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya melalui Pelabuhan Bakauheni.
Adapun Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung menargetkan kondisi bebas lubang atau zero pothole pada jalur mudik utama di Lampung.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat penanganan lubang jalan pada koridor jalur mudik utama di Lampung telah dilakukan terhadap lebih dari 6.800 titik.
Sejumlah koridor utama yang dapat digunakan pemudik menuju Sumatera Selatan dan wilayah lainnya antara lain Jalan Tol Bakauheni–Pematang Panggang sepanjang 253 kilometer, Jalan Lintas Timur Sumatera sepanjang 285,18 kilometer melalui Lampung Timur hingga Pematang Panggang, dan Jalan Lintas Tengah Sumatera sepanjang 318,47 kilometer yang melintasi Kota Bandar Lampung hingga Way Kanan. 
Bagi pemudik yang menuju Kota Bandar Lampung tersedia dua alternatif perjalanan, yakni melalui Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dengan pintu keluar Tol Itera KM 78 atau melalui Jalur Lintas Tengah Sumatera melalui Kalianda dengan jarak tempuh sekitar 87 kilometer.
Selain perbaikan kondisi jalan, BPJN Lampung menyiapkan tim siaga dan peralatan berat di sejumlah titik strategis agar bisa segera menangani setiap gangguan lalu lintas yang bersifat mendesak untuk menjaga arus kendaraan menuju pelabuhan maupun ke Sumatra.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung juga telah mengidentifikasi sejumlah lokasi rawan longsor, banjir, kemacetan, dan kecelakaan di sepanjang jaringan jalan nasional di Lampung. 
Sebagai langkah mitigasi, Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) di titik rawan bencana, memasang rambu peringatan keselamatan, serta meningkatkan kegiatan pemeliharaan rutin seperti pembersihan drainase dan pengendalian vegetasi di ruang milik jalan.
Untuk mendukung kelancaran arus menuju Pelabuhan Bakauheni, pengelola Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas berupa delay system di beberapa rest area, antara lain KM 87B, KM 49B, KM 33B, dan KM 20B. Sistem ini bertujuan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di kawasan pelabuhan. 
komentar
Jadi yg pertama suka