Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Tanah Air
Kapuspen TNI Jawab Kekhawatiran Soal Rencana Pelibatan Prajurit dalam Mengatasi Begal di Jakarta
TRIBUNNEWS   | 8 jam yang lalu
5   0    0    0
Ringkasan Berita:
  • Tentara Nasional Indonesia menegaskan pelibatan prajurit membantu polisi menangani begal dilakukan terkendali dan sesuai prosedur resmi.
  • Kodam Jaya akan mengerahkan batalyon tempur untuk patroli bersama polisi demi meningkatkan keamanan wilayah Jakarta.
  • Koalisi masyarakat sipil menilai kebijakan itu berlebihan, berpotensi represif, dan mengaburkan fungsi pertahanan serta keamanan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menjawab kekhawatiran sebagian kalangan khususnya kelompok masyarakat sipil terkait rencana pelibatan prajurit TNI khususnya dari satuan batalyon tempur dalam mengatasai begal di Jakarta.
Salah satu kekhawatiran kelompok masyarakat sipil adalah rencana itu berpotensi melahirkan kekerasan berlebihan di ruang sipil.
Namun, menurut Nas hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena prajurit berada dalam kendali dan sasarannya adalah pelaku begal.
"Saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena yang dilakukan dalam kendali dan arahnya ke pelaku begal," kata Nas saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (26/5/2026).
Nas menjelaskan tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait rencana tersebut.
Namun, kata dia, Panglima TNI menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan merupakan bagian dari upaya membantu Polri dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.
"Pelaksanaan di lapangan, dalam hal ini satuan jajaran sesuai dengan prosedur atas permintaan dari Kepolisian, karena ini adalah operasi perbantuan kepada kepolisian," pungkasnya.
Sebelumnya, Kodam Jaya/Jayakarta menyatakan akan membantu pihak kepolisian dalam mengatasi gangguan keamanan seperti kejahatan jalanan khususnya begal yang marak di Jakarta dan sekitarnya.
Kodam Jaya juga menyatakan akan mengerahkan batalyon tempur dalam rangka mendukung patroli bersama aparat kepolisian.
Langkah itu diambil mengingat kondisi keamanan suatu wilayah menjadi tanggung jawab bersama antara kepolisian dan TNI. 
Sehingga kehadiran aparat di tengah-tengah masyarakat diharapkan bisa memberikan rasa aman dan sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.
"Kami sudah melaksanakan patroli bersama mulai dari tingkat bawah. Nah, satuan-satuan yang kami libatkan selain dari satuan kewilayahan Koramil, Kodim kami juga melibatkan satuan batalion tempur," kata Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Iskak dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026) lalu.
Merespons hal tersebut, 19 organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menyatakan pelibatan pasukan TNI untuk mengatasi Begal di Jakarta adalah bentuk respons berlebihan dan menyimpang dari fungsi TNI.
Koalisi di antaranya memandang rencana pengerahan batalyon tempur oleh Kodam Jaya untuk menumpas aksi begal di Jakarta merupakan kebijakan yang keliru, berlebihan, dan menunjukkan semakin kaburnya batas fungsi pertahanan dan keamanan di Indonesia. 
Selain itu, Koalisi memandang Pelibatan TNI dalam penanganan kriminalitas sipil seperti begal, tidak hanya bertentangan dengan prinsip reformasi sektor keamanan, tetapi juga berpotensi melahirkan pendekatan represif dan kekerasan berlebihan dalam ruang sipil.
komentar
Jadi yg pertama suka