Ekonomi & Bisnis
Zulhas Batal Larang Impor Gula: Perintah Presiden, Saya Gak Berani
CNN EKONOMI
| 13 jam yang lalu
3 0 0
0
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan batal melarang impor gula pada tahun ini usai ada perintah Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, pria yang akrab disapa Zulhas itu menegaskan melarang impor empat komoditas pangan yaitu beras, garam, jagung pakan ternak, dan gula.
"Gula sudah boleh (impor). Perintah Presiden (Prabowo Subianto), saya gak berani," kata Zulhas dalam CNBC Economic Outlook 2025 di The Westin, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga komoditas itu (beras, garam, dan jagung pakan ternak dilarang impor di 2025). Kita usaha dulu," tegasnya.
Larangan impor untuk tiga komoditas tersebut terkait dengan target swasembada pangan. Zulhas mengatakan mulanya swasembada pangan ditargetkan mencapainya pada 2029.
Akan tetapi, target swasembada pangan itu terus-menerus dimajukan. Zulhas bahkan berkelakar dirinya dan jajaran kementerian/lembaga (K/L) belum sempat bekerja untuk mencapai target itu.
"Belum bekerja, maju jadi 2028. Belum bekerja, maju lagi 2027. Nah, ini maju lagi, beliau (Presiden Prabowo) meminta (swasembada pangan) 2026. Bisa atau tidak? Bisa, bisa, kita swasembada pangan dalam tempo yang secepat-cepatnya," jelasnya.
"Presiden mengatakan usaha dulu, ikhtiar dulu, jangan dikit-dikit impor. Karena saya ini mantan menteri perdagangan, dulu dicapnya tukang impor. Padahal, yang memutuskan impor itu bukan mendag, yang memutuskan itu menko. Nah, sekarang saya menko. Ya sudah, saya yang mengatur, dulu saya diatur orang," tutup Zulhas.
Pemerintah memutuskan akan impor 200 ribu ton gula mentah (raw sugar) pada tahun ini untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan impor ini dilakukan bukan karena produksi dalam negeri kurang, melainkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stok pemerintah.
"Harga gula tadi dilaporkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik), itu harganya mulai bergerak naik. Kalau dilihat, kontribusi inflasinya 1,4 persen. Sehingga kita ini semua memerlukan tambahan raw sugar," ujar Arief di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (12/1).
Arief menjelaskan gula mentah yang diimpor akan diproses untuk menjadi cadangan pangan pemerintah, bukan langsung berupa gula kristal putih (GKP).
Menurutnya, langkah ini serupa dengan kebijakan impor beras sebelumnya, yang bertujuan meningkatkan stok cadangan pemerintah guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa depan.
"Importasi yang dilakukan ini untuk cadangan pangan pemerintah. Sama seperti waktu beras yang lalu, sebagai cadangan pangan pemerintah. Jadi kita mau naikin stok levelnya pemerintah," tutur Arief.
"Berbeda dengan kalau kita mengimpor karena kekurangan, karena produksi kita masih cukup, ada sekitar 4,5 bulan. Itu masih cukup untuk kita. Tetapi kita enggak boleh ambil risiko," jelasnya.
(pta/skt)
komentar
Jadi yg pertama suka