Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Tarif Baru Trump Guncang Pasar Global, Picu Kekhawatiran Resesi
CNN EKONOMI   | Kemarin, 10:25
2   0    0    0
Jakarta, CNN Indonesia --
Pasar saham global terguncang setelah pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (3/4), terkait penetapan tarif tambahan ke banyak negara dan menimbulkan kekhawatiran akan resesi AS dan global.
Menurut laporan CNN pada Kamis (3/4), Dow Jones turun 1.679 poin atau 3,98%, S&P 500 turun 4,84% dan Nasdaq anjlok 5,97%. Ketiga indeks utama membukukan penurunan satu hari terbesar sejak 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pasar global juga turun tajam pada hari yang sama. Indeks acuan Eropa STOXX 600 anjlok 2,57%, DAX Jerman turun 3%, indeks acuan Prancis merosot 3,31% yang jadi penurunan harian terbesar sejak Juli 2023.
Indeks acuan Italia merosot 3,6%, penurunan harian terbesar sejak Maret 2023. Di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang merosot 2,77% dan indeks acuan Hang Seng Hong Kong turun 1,52%.
CNN pada Jumat (4/4) pagi WIB menyebut penurunan signifikan terjadi setelah tarif besar Trump yang menyasar ke semua barang yang masuk Amerika Serikat. Hal ini memicu kekhawatiran kebijakan tersebut dapat memicu reaksi keras dari mitra dagang dan menghancurkan ekonomi global.
Pengumuman itu pula yang jadi sebagian alasan dolar AS jatuh ke level terlemahnya sejak Oktober 2024, setelah sempat menguat saat Trump menang pada November 2024.
CNN mengatakan, secara teori, tarif mestinya meningkatkan dolar. Namun investor khawatir AS justru membuat kesalahan yang akan menghambat pertumbuhan jangka panjang dan dolar makin merosot terhadap mata uang global lainnya.
"Mereka mengabaikan setiap aturan ekonomi mikro dan makro klasik. Ini adalah kebijakan yang setara dengan bom bunuh diri," kata Michael Block, ahli strategi pasar di Third Seven Capital, kepada CNN.
Bukan cuma itu, imbal hasil obligasi Treasury juga turun tajam setelah pengumuman Trump pada Rabu (2/3) dan terus merosot pada Kamis (3/4).
Imbal hasil pada obligasi Treasury 10 tahun turun menjadi 4,05% pada Kamis, level terendah sejak Oktober. Imbal hasil dan harga obligasi diperdagangkan dalam arah yang berlawanan.
Saham perusahaan-perusahaan raksasa AS pun berjatuhan sejak pengumuman Trump tersebut. Apple (AAPL) anjlok 9,3%, Nike (NKE) jatuh 14,4%, Best Buy (BBY) anjlok 17,8%, dan Ralph Lauren (RL) anjlok 16,3%.
Menurut data FactSet, Apple kehilangan lebih dari US$310 miliar nilai pasar dari penutupan pada Rabu (2/4) hingga penutupan pasar pada Kamis (3/4).
Chip Hughey, direktur pelaksana untuk pendapatan tetap di Truist Advisory Services, mengatakan investor membeli obligasi karena kekhawatiran tentang "hambatan yang disebabkan oleh ketidakpastian kebijakan ditambah tarif yang lebih ketat terhadap pertumbuhan di masa mendatang."
Lanjut ke sebelah...
Situasi tersebut pun memaksa investor mengarahkan uang ke aset safe haven. Emas melonjak ke rekor baru pada Rabu di atas US$3.160 per troy ounce. Emas, yang bertahan di atas US$3.100 per troy ounce pada Kamis, naik 19% pada tahun ini dan baru saja mencatat kuartal terbaiknya sejak 1986.
Indeks Volatilitas Cboe, atau VIX, pada Wall Street melonjak 39,6% pada Kamis (3/4). Fear and Greed Index milik CNN juga merosot ke level terendah tahun ini karena kecemasan tarif mencengkeram investor dengan nilai "ketakutan yang ekstrem."
Analisis dari JP Morgan menilai kebijakan tarif baru pemerintah Donald Trump bisa menyebabkan perekonomian Amerika Serikat dan global jatuh ke jurang resesi pada 2025.
JP Morgan mencatat bahwa tarif akan menaikkan pajak dari warga Amerika sebesar $660 miliar per tahun, kenaikan pajak terbesar dalam sejarah.
Hal itu juga akan menyebabkan harga melonjak, serta menambah 2% pada Indeks Harga Konsumen -- ukuran inflasi AS yang dalam beberapa tahun terakhir sukar untuk dikembalikan ke nilai normal.
"Dampaknya pada inflasi akan sangat berpengaruh," kata para analis. "Kami melihat implementasi penuh dari kebijakan ini sebagai guncangan ekonomi makro yang substansial."
Di sisi lain, Presiden Donald Trump cuek akan reaksi pasar terhadap pengumuman tarifnya di Gedung Putih. Ia bahkan menilai semuanya berjalan dengan sangat baik.
"Saya pikir ini berjalan dengan sangat baik," kata Trump di South Lawn. "Pasar akan melonjak, saham akan melonjak, negara akan melonjak,"
"Dan seluruh dunia ingin melihat apakah ada cara agar mereka dapat membuat kesepakatan, mereka telah memanfaatkan kita selama bertahun-tahun, selama bertahun-tahun kita berada di sisi yang salah, dan saya katakan, saya pikir itu akan menjadi hal yang luar biasa." lanjutnya.
Senada, Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mencoba menenangkan kekhawatiran investor tentang dampak keputusan Presiden Donald Trump.
"Kepada siapa pun di Wall Street pagi ini, saya akan mengatakan percayalah pada Presiden Trump," kata Leavitt. "Ini adalah presiden yang menggandakan formula ekonominya yang telah terbukti dari masa jabatan pertamanya."

komentar
Jadi yg pertama suka