Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Tanpa SLIK, Debitur Bisa Intip Jejak Pinjaman di Bank Jago
TEMPO BISNIS   | Kemarin, 18:26
1   0    0    0
BANK Jago meluncurkan fitur Rapor Kredit pada aplikasi Jago untuk membantu calon debitur meninjau riwayat kredit sebelum mengajukan pinjaman. “Kami bantu mereka untuk sadar dulu, semua pinjaman yang kalian miliki itu apa sih? Karena itu sebenarnya penting sekali,” kata Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago Andy Djiwandono, di Menara SMBC, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2025.
Andy mengatakan, fitur Rapor Kredit ini lahir dari permasalahan masyarakat yang kerap gagal mengajukan pinjaman akibat jumlah kredit yang masih menunggak di sejumlah bank atau pinjaman daring
Ia menjelaskan, fitur Rapor Kredit akan memberikan lima informasi terkait dengan kesehatan kredit nasabah. Salah satunya adalah status kolektibilitas atau KOL yang menunjukkan seberapa lancar pinjaman dibayarkan. 
Kemudian, Rapor Kredit menyajikan Informasi berupa data fasilitas pinjaman dan jumlah pinjaman yang diajukan debitur di seluruh institusi keuangan, bukan hanya di Bank Jago. Dari sejumlah informasi profil kredit, Andy mengatakan, Bank Jago melalui Rapor Kredit akan memberikan rekomendasi bagi nasabah dalam mengambil keputusan finansial sekaligus untuk memperbaiki kesehatan kredit. 
Andy menjelaskan, data pinjaman yang diintegrasikan di Rapor Kredit bersumber dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan. Oleh karena itu, untuk mengakses Rapor Kredit, nasabah harus memberikan persetujuan bagi Bank Jago untuk meminta akses riwayat pinjaman dari SLIK OJK.
Menurut Andy, meninjau riwayat kredit menjadi hal yang penting. Sebab, ia mengatakan, banyak calon debitur yang gagal mengajukan pinjaman karena tidak menyadari akan tunggakan yang dimiliki sebelumnya. Ia mengatakan, pengetahuan masyarakat terhadap riwayat kredit bisa memitigasi potensi gagal pengajuan pinjaman untuk kebutuhan mendesak seperti rumah hingga pendidikan. “Jangan sampai terhambat karena gak tahu rapor kredit seperti apa,” ujarnya. 
Andy mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan, tingkat literasi keuangan nasional dalam pembiayaan perbankan mencapai 65,5 persen. Sementara tingkat literasi pada lembaga pembiayaan masih rendah. Non-bank sebesar 44,7 persen, fintech lending 24,9 persen, dan lembaga keuangan 9,8 persen. 
Rapor Kredit merupakan implementasi dari konsep responsible lending yang dikembangkan Bank Jago. Hadirnya Rapor Kredit melengkapi rangkaian produk responsible lending Bank Jago, termasuk Jago Dana Cepat dan Dana Siaga. Saat ini rapor kredit dapat diakses oleh debitur Bank Jago, antara lain debitur Jago Dana Cepat dan Dana Siaga.
komentar
Jadi yg pertama suka