Ekonomi & Bisnis
Celios Soroti Dampak Impor Pikap Koperasi Merah Putih
TEMPO BISNIS
| 8 jam yang lalu
3 0 0
0
CENTER of Economic and Law Studies (Celios) menyoroti sejumlah persoalan pada kebijakan impor kendaraan pikap dari India untuk Koperasi Merah Putih. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mewanti-wanti perdagangan Indonesia dan India berpotensi defisit karena impor pikap dalam jumlah besar.
Ia memperkirakan Indonesia akan aktif mengimpor suku cadang dari India sebagai negara produsen kendaraan. Bhima menyatakan besarnya nilai impor pikap bisa mendorong peningkatan kebutuhan negara terhadap valuta asing.
Apalagi jika valuta asing tersebut menggunakan dolar Amerika Serikat. Secara tidak langsung berpotensi menekan fundamental nilai tukar rupiah.
“Apakah semua transaksinya langsung menggunakan rupiah terhadap rupee? Tidak. Ini akan dikonversi menjadi dolar,” kata Bhima, dalam sesi diskusi yang digelar Indonesia Corruption Watch tentang potensi perburuan rente pembelian pikap untuk Koperasi Merah Putih di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu kendaraan jenis pikap dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih. Pada awal Februari 2026, sudah ada sekitar 1.200 unit mobil produksi Mahindra & Mahindra datang ke Indonesia. Total nilai kontrak pengadaan impor ini sebesar Rp 24,66 triliun.
Lebih lanjut, Bhima menilai impor pikap dalam jumlah besar bisa menggerus kinerja sektor otomotif. Salah satunya adalah potensi pengurangan kapasitas produksi yang bisa berdampak pada efisiensi, termasuk mengurangi bonus karyawan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan karena aktivitas impor.
Di sisi lain, dengan jumlah dealer Mahindra yang terbilang masih terbatas di Indonesia, upaya perbaikan dan akses suku cadang bisa menyulitkan pengurus Koperasi Merah Putih. Apalagi jika koperasi berada di wilayah yang kurang strategis.
komentar
Jadi yg pertama suka

