Cari Berita
Tips : hindari kata umum dan gunakan double-quote untuk kata kunci yang fix, contoh "sakura"
Maksimal 1 tahun yang lalu
Ekonomi & Bisnis
Transformasi Digital dan AI Jadi Pertumbuhan Ekonomi Baru
TEMPO BISNIS   | 13 jam yang lalu
2   0    0    0
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa transformasi digital dan akal imitasi (artificial intelligence) akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Menurut dia, sumber pertumbuhan baru dibutuhkan karena laju ekonomi nasional bertahan di kisaran 5 persen dalam tujuh tahun terakhir.
"Apa mesin pertumbuhan ekonomi berikutnya? Jawabannya adalah transformasi digital," kata Airlangga dalam acara KADIN Diplomatic Economic Breakfast di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut dia, Indonesia telah melewati berbagai krisis dalam beberapa dekade terakhir, mulai dari krisis ekonomi 1998–1999, krisis keuangan global 2008, bahkan pandemi Covid-19. Pelbagai gejolak tersebut dapat dilalui melalui kebijakan pemerintah yang menjaga stabilitas ekonomi.
Saat ini, menurut Airlangga, tantangan baru muncul seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan pesatnya perkembangan teknologi AI. Karena itu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mendorong pengembangan teknologi yang sejalan dengan penguatan kemandirian nasional di bidang pangan, energi, dan transformasi digital yang memiliki peta jalan yang jelas.
Airlangga menuturkan transformasi digital menjadi jawaban atas kebutuhan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia berikutnya. Sektor ini dinilai memiliki keunggulan karena tidak bergantung pada rantai logistik global sehingga proses digitalisasi dapat berlangsung lebih cepat.
Ia menilai AI akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa mendatang. Namun, pemanfaatannya harus didukung ekosistem yang memadai, mulai dari ketersediaan data, pusat data (hyperscale data center), infrastruktur komputasi, hingga industri semikonduktor.
Menurut Airlangga, pemerintah juga memperluas kerja sama internasional untuk mendukung pengembangan ekosistem AI. Selain menjalin kolaborasi dengan Inggris dalam pengembangan generasi baru chip semikonduktor, Indonesia juga bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara lain di bidang akal imitasi.
Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah baru menghadiri forum PACSILICA dan pekan depan akan mengikuti pertemuan World AI Cooperation Organization di Shanghai untuk mempelajari perkembangan AI global sekaligus memperkuat kolaborasi internasional. Sebab, menurut dia, transformasi digital dan AI menjadi awal mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
komentar
Jadi yg pertama suka